Bayangkan berdiri di lantai marmer Masjidil Haram, mata tertuju ke Ka’batullah yang megah, tangan terangkat berdoa. Atau duduk di Raudhah Masjid Nabawi, di antara mimbar dan makam Rasulullah ﷺ, hati bergetar penuh kekhusyukan. Momen-momen ini bukan sekadar impian, melainkan undangan dari Allah ﷺ kepada hamba-hamba-Nya yang pilihan. Keutamaan shalat di kedua masjid ini begitu agung, melebihi apa yang bisa kita bayangkan.
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang keutamaan-keutamaan ini, ada baiknya kita memahami mengapa kedua tempat ini memiliki status yang begitu istimewa dalam Islam. Karena ketika kita benar-benar memahami nilainya, motivasi untuk berangkat Umroh dan beribadah di sana akan tumbuh dari lubuk hati yang paling dalam.
Masjidil Haram adalah masjid pertama yang dibangun di muka bumi. Sejarahnya dimulai ketika Nabi Ibrahim ﷺ bersama putranya Nabi Ismail ﷺ mengangkat fondasi Baitullah atas perintah Allah ﷺ. Sejak saat itu, Ka’bah menjadi kiblat seluruh umat Muslim di penjuru dunia, dan Masjidil Haram menjadi pusat ibadah yang tak pernah sepi dari jamaah.
Apa yang membuat shalat di Masjidil Haram begitu istimewa? Rasulullah ﷺ sendiri menjelaskan dalam sebuah hadis yang sangat masyhur:
“Shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu shalat di masjid lain.”
(HR. Ibnu Majah 1406, Ahmad 17627; dishahihkan Al-Albani)
Bayangkan itu. Satu kali shalat di Masjidil Haram bernilai seratus ribu kali lipat dari shalat di masjid lainnya. Angka ini bukan sekadar kuantitas, tapi juga menunjukkan betapa Allah ﷺ memberikan keistimewaan luar biasa kepada siapa yang diberi kesempatan beribadah di Baitullah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Shalat dalam masjid ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid lainnya.”
(HR. Ibnu Majah 1406)
Hadis ini secara eksplisit membandingkan keutamaan ketiga tempat: masjid biasa, Masjid Nabawi, dan Masjidil Haram. Tingkatannya naik secara dramatis. Ini bukan sekadar angka kering, tapi motivasi hidup yang bisa mengubah arah seluruh perjalanan spiritual kita.
Para ulama menjelaskan beberapa alasan mengapa shalat di Masjidil Haram memiliki pahala yang demikian agung:
Masjid Nabawi memiliki pesona yang berbeda. Jika Masjidil Haram memancarkan keagungan, Masjid Nabawi memancarkan kehangatan. Inilah masjid yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ sendiri setelah hijrah ke Madinah. Di sinilah beliau mengajar, memimpin shalat, dan menetapkan aturan-aturan Islam yang kita ikuti hingga hari ini.
Keutamaan shalat di Masjid Nabawi juga tidak kalah menakjubkan. Seperti yang disebutkan dalam hadis sebelumnya, shalat di Masjid Nabawi lebih baik daripada seribu shalat di masjid lain (kecuali Masjidil Haram). Untuk membantu memahami skala ini, coba hitung: jika kita shalat lima waktu sehari selama satu tahun, itu sekitar 1.825 shalat. Shalat di Masjid Nabawi bernilai setara dengan 1.000.000 shalat di masjid lain — atau sekitar 548 tahun ibadah hanya dalam satu kali shalat di sana.
Ada satu tempat spesial di Masjid Nabawi yang keistimewaannya tidak tertandingi: Raudhah. Ruangan antara mimbar Rasulullah ﷺ dan makam beliau ﷺ ini disebut oleh Rasulullah ﷺ sendiri sebagai “taman dari taman-taman surga.”
“Antara kuburku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telaga kami.”
(HR. Muslim 1395)
Bayangkan berada di tempat ini. Duduk di Raudhah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan merasakan kedekatan dengan Rasulullah ﷺ. Banyak jamaah yang mengaku merasakan ketenangan yang tidak mereka rasakan di tempat lain. Bahkan, banyak yang menangis tanpa tahu mengapa — seolah hati mereka sedang berbicara dengan tempat yang penuh keberkahan ini.
Selain Raudhah, ada kebiasaan yang dilakukan jamaah Umroh dan Haji: menziarahi makam Rasulullah ﷺ. Meskipun ziarah ini bukan bagian dari rukun, namun Rasulullah ﷺ mendorong kita untuk melakukannya. Beliau bersabda:
“Barangsiapa mengunjungiku setelah kematianku, seolah-olah telah mengunjungiku semasa hidupku.”
(HR. Abu Dawud 2042; dishahihkan Al-Albani)
Kalimat ini sendiri sudah cukup untuk menggugah hati siapa pun yang mencintai Rasulullah ﷺ. Bayangan berjumpa dengan beliau, bahkan secara fisik tidak bisa, tapi dengan mengunjungi makamnya, kita mendapatkan pahala seolah-olah bertemu langsung.
Berikut ringkasan perbandingan yang penting untuk dipahami:
| Aspek | Masjidil Haram | Masjid Nabawi |
|---|---|---|
| Pahala shalat | 100.000x shalat lain | 1.000x shalat lain |
| Pembangun | Nabi Ibrahim ﷺ | Rasulullah ﷺ |
| Lokasi spesial | Ka’bah (kiblat) | Raudhah (taman surga) |
| Makam Nabi | Tidak ada | Ada (ziarah) |
Keduanya memiliki keutamaan masing-masing. Tidak perlu memilih salah satu — karena umrah membawa kita ke kedua tempat ini. Inilah keindahan ibadah Umroh: seluruh keutamaan ini bisa kita rasakan dalam satu perjalanan yang dirancang untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷺ.
Ada yang bertanya, “Apakah angka seratus ribu itu harfiah atau kiasan?” Para ulama berbeda pendapat. Sebagian mengatakan angka ini menunjukkan keutamaan secara literal, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk penekanan bahwa pahala shalat di sana jauh lebih besar daripada di tempat lain.
Apapun penafsirannya, satu hal yang jelas: Allah ﷺ ingin kita merindukan tempat-tempat ini. Beliau ingin hati kita tertuju ke Baitullah, ke tempat di mana para nabi beribadah, di mana Rasulullah ﷺ mengajarkan Islam kepada dunia. Kerinduan ini bukan sekadar emosi, tapi panggilan jiwa yang harus kita tindaklanjuti dengan amal nyata.
Imam Ahmad pernah ditanya tentang hadis ini, dan beliau menjawab bahwa angka seratus ribu ini menunjukkan keutamaan yang nyata, bukan sekadar pilihan bahasa. Artinya, shalat di Masjidil Haram benar-benar memiliki pahala yang demikian besar. Ini seharusnya menjadi motivasi utama bagi setiap Muslim untuk berusaha menunaikan Umroh.
Memahami keutamaan ini penting, tapi tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita memanfaatkan setiap detik di sana. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:
Ketika kita pulang dari Umroh, keutamaan-keutamaan ini tetap menyertai. Setiap shalat yang kita lakukan di masjid lain, pahalanya akan mengalir juga karena inspirasi dan motivasi yang kita dapatkan dari perjalanan suci itu.
Mendengar tentang keutamaan shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memang menggugah, tapi pemahaman tanpa tindakan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Jika selama ini Anda sudah lama bermimpi beribadah di Tanah Suci, mungkin inilah saatnya untuk mewujudkannya.
Join Umroh hadir untuk membantu Anda mewujudkan impian itu. Dengan pengalaman melayani jamaah selama bertahun-tahun, kami memahami bahwa perjalanan Umroh bukan sekadar soal transportasi dan akomodasi, tapi soal bagaimana menjadikan setiap momen di Tanah Suci menjadi pengalaman spiritual yang transformatif.
Setiap paket yang kami tawarkan dirancang untuk memastikan Anda bisa fokus beribadah tanpa khawatir soal logistik. Mulai dari penerbangan langsung, hotel dekat masjid, hingga pembimbing ibadah yang berpengalaman — semuanya kami siapkan untuk kenyamanan dan kekhusyukan Anda.
Lihat Paket Umroh di Join Umroh
Jangan biarkan kerinduan ini hanya menjadi mimpi. Ambil langkah pertama hari ini. Hubungi kami via WhatsApp untuk konsultasi gratis dan temukan paket Umroh yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Chat Info Umroh & Haji (WhatsApp)
Kunjungi juga: Join Umroh — Website Resmi