Tren umroh plus Thaif semakin populer di kalangan jamaah Indonesia belakangan ini. Banyak calon jamaah yang ingin memaksimalkan perjalanan ibadahnya dengan menambahkan destinasi wisata religi atau sejarah di luar rangkaian umroh standar. Umroh plus berarti setelah menyelesaikan ibadah umroh di Makkah dan Madinah, jamaah diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau menarik lainnya.
Salah satu destinasi favorit baru adalah Thaif, sebuah kota di pegunungan Arab Saudi yang dikenal sejuk dan sarat nilai spiritual. Thaif menawarkan pengalaman berbeda bagi jamaah: selain menapak tilas jejak dakwah Nabi, jamaah bisa menikmati keindahan alam dan budaya lokal. Tak heran bila Thaif mulai menjadi tujuan ziarah yang diminati, karena di kota inilah tersimpan kisah ketabahan Rasulullah ﷺ serta suasana alam yang menyejukkan.
Sebagai kota wisata religi, Thaif memiliki daya tarik lengkap: sejarah Islam yang mendalam, iklim pegunungan yang sejuk, hingga kebun buah dan bunga yang subur. Banyak biro perjalanan kini menawarkan paket Umroh Plus Thaif. Dengan paket ini, jamaah tidak hanya berumroh ke Tanah Suci, tetapi juga diajak mengenal kota Thaif lebih dekat.
Dalam artikel ini, kita akan membahas tuntas sejarah dan nilai religius Thaif, aneka wisata dan lokasi ziarah di sana, hingga tips bagi jamaah yang berminat mengambil paket umroh plus ke Thaif. Semoga informasi ini bermanfaat dan menginspirasi Anda untuk menapaki perjalanan ruhani yang lebih bermakna.
Kota Thaif memiliki sejarah panjang yang penting dalam Islam. Peristiwa paling dikenang adalah dakwah Nabi Muhammad ﷺ di Thaif sekitar tahun ke-10 kenabian (sekitar 620 M). Saat itu Rasulullah ﷺ datang ke Thaif setelah penduduk Mekkah menolak dakwah beliau. Nabi berharap penduduk Thaif, yang masih kerabat dari garis ibu beliau, mau menerima Islam. Namun yang terjadi justru sebaliknya – penduduk Thaif tidak hanya menolak, tetapi juga mengusir bahkan melempari Rasulullah dengan batu hingga terluka.
Dalam kondisi sedih dan terluka, Rasulullah ﷺ berlindung di sebuah kebun anggur milik Utbah bin Rabi’ah di Thaif. Di sinilah terjadi kisah mengharukan: seorang pemuda Nasrani bernama Addas yang bekerja sebagai penjaga kebun memberikan setangkai anggur kepada Nabi. Rasulullah ﷺ mengucap “Bismillah” sebelum makan, membuat Addas terkejut karena kalimat itu asing di telinganya. Dialog pun terjadi; Nabi menceritakan tentang Nabi Yunus dari Ninawa, yang ternyata dikenal Addas. Mendengar hal itu, Addas spontan memeluk Rasulullah dan menyatakan iman kepada ajaran Islam. Kisah masuk Islamnya Addas ini menjadi secercah cahaya di tengah peristiwa pilu di Thaif, menunjukkan kelembutan akhlak Nabi yang tetap sabar dan penyayang meski disakiti.
Perjalanan dakwah di Thaif menjadi ujian terberat bagi Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan Aisyah r.a. pernah bertanya apakah ada hari yang lebih berat dari Perang Uhud, Nabi menjawab bahwa hari di Thaif itulah yang paling berat. Bahkan malaikat penjaga gunung sempat menawarkan untuk membinasakan penduduk Thaif yang berlaku kejam. Namun Rasulullah ﷺ menolak dan justru berdoa agar kelak dari keturunan mereka lahir generasi beriman.
Doa itu terkabul: beberapa tahun kemudian, setelah penaklukan Makkah, penduduk Thaif menerima Islam tanpa paksaan. Peristiwa ini memberi kita pelajaran mendalam tentang kesabaran, pemaafan, dan harapan. Nilai spiritual yang bisa diambil jamaah saat berziarah ke Thaif adalah merenungi ketabahan Nabi dalam berdakwah, dan bagaimana hidayah bisa datang pada siapa saja atas izin Allah. Mengunjungi Thaif bukan sekadar wisata sejarah, tetapi ziarah hati untuk menguatkan iman dengan meneladani akhlak Rasulullah.
Selain jejak Nabi, Thaif juga memiliki keistimewaan religius lain. Di kota ini wafat dan dimakamkan salah satu sahabat utama, Abdullah bin Abbas r.a. Beliau adalah sepupu Nabi sekaligus ulama tafsir terkemuka. Demi menyebarkan dakwah, Abdullah bin Abbas memilih tinggal di Thaif hingga akhir hayatnya pada tahun 68 Hijriyah. Atas jasanya, dibangunlah masjid dan perpustakaan di dekat makamnya, menjadikan tempat ini pusat ilmu pada masanya. Thaif pasca era Nabi juga berkembang sebagai pusat keilmuan Islam, banyak ulama berkunjung dan madrasah berdiri di sana. Oleh karena itu, nilai religius Thaif juga tampak dari peranannya dalam sejarah penyebaran ilmu dan dakwah Islam.
Berbeda dari citra umum wilayah Saudi yang padang pasir terik, Thaif justru dikaruniai iklim pegunungan yang sejuk. Kota ini berada di ketinggian sekitar 1.700 – 1.880 meter di atas permukaan laut, terletak di lereng Pegunungan Sarawat. Suhu udara di Thaif nyaman, bahkan di musim panas sekalipun. Tak heran jika Thaif dijuluki “Kota Musim Panas” atau juga dikenal sebagai qaryatul mulk (desa para raja) – karena setiap musim panas, raja dan pejabat tinggi Saudi dahulu sering memindahkan kantor pemerintahan ke Thaif untuk menikmati udara sejuk.
Perjalanan darat dari Makkah ke Thaif sekitar 1,5 jam (90 km) melalui jalan beraspal mulus yang berkelok naik gunung. Di sepanjang rute, pemandangan spektakuler tersaji: jurang dan tebing batu, monyet-monyet liar di pinggir jalan, hingga hamparan kebun menghijau yang kontras dengan bukit gersang. Semua ini memberikan pengalaman tersendiri bagi jamaah yang melakukan ziarah ke Thaif.
Thaif dikenal sebagai “kota kebun” karena tanahnya subur dan penuh pertanian. Udara yang lebih lembap dan dingin membuat berbagai tanaman bisa tumbuh subur di sini. Kebun-kebun buah membentang hijau, menghasilkan produk unggulan seperti anggur, delima, buah tin, bahkan kurma dan sayur-mayur. Yang paling terkenal adalah mawar Taif. Bunga mawar Damaskus yang dibudidayakan di Thaif memiliki aroma harum khas dan kualitas tinggi, sehingga Thaif dijuluki pula “Kota Mawar”. Setiap tahun digelar Festival Mawar Thaif, biasanya sekitar bulan April-Mei saat ribuan mawar mekar.
Dalam festival ini, pengunjung dapat menyaksikan parade bunga, memetik mawar, serta melihat proses penyulingan air mawar tradisional. Air mawar dan minyak mawar produksi Thaif sangat tersohor dan digunakan dalam parfum, kosmetik, bahkan untuk mencuci Ka’bah. Selain mawar, ada pula produk madu bunga mawar yang langka dan hanya dihasilkan di wilayah ini, menjadikannya oleh-oleh buruan jamaah.
Selain alamnya yang indah, Thaif juga menawarkan wisata budaya dan keluarga. Bagi pecinta satwa, terdapat Kebun Binatang Taif yang cukup populer, cocok untuk wisata keluarga. Untuk penggemar alam, kawasan Pegunungan Al-Hada dan Al-Shafa menyediakan pengalaman hiking dan naik kereta gantung (cable car) yang menantang dengan panorama menakjubkan. Di puncak Al-Hada, kita bisa melihat pemandangan kota Thaif dari ketinggian dan menikmati taman bermain serta resort pegunungan. Jangan lewatkan pula berkunjung ke pasar-pasar tradisional di pusat kota Thaif. Terdapat Souq Okaz, pasar bernuansa historis yang konon menghidupkan kembali tradisi pasar penyair Arab kuno.
Di pasar tradisional ini maupun di pasar modern, jamaah bisa berbelanja aneka buah segar, kismis anggur, delima, kacang almond lokal, madu, serta kerajinan tangan dan pakaian khas Thaif. Terakhir, untuk melengkapi wisata edukasi, mampirlah ke Museum Shubra (Istana Shubra) – sebuah istana berarsitektur indah peninggalan Ottoman yang kini menjadi museum sejarah Thaif. Di museum ini tersimpan koleksi artefak Islam awal, koin kuno, manuskrip, hingga dipamerkan cara pembuatan air mawar tradisional. Dengan kombinasi alam, budaya, dan sejarah, Thaif memberikan pengalaman wisata religi yang kaya dan berkesan bagi para jamaah umroh plus.
Sebagai kota bersejarah, banyak lokasi ziarah di Thaif yang sayang untuk dilewatkan. Berikut beberapa tempat utama yang biasa dikunjungi jamaah:
Salah satu destinasi ziarah terpenting di Thaif adalah Masjid Abdullah bin Abbas r.a. Masjid bersejarah ini dibangun di dekat makam Abdullah bin Abbas, sepupu Rasulullah ﷺ yang dijuluki “Habrul Ummah” (tintanya umat) karena keluasan ilmunya. Beliau memilih tinggal di Thaif setelah masa Nabi demi melanjutkan dakwah, hingga wafat di sana pada 68 Hijriah. Di area masjid inilah jasad beliau dimakamkan, dan untuk menghormatinya dibangun perpustakaan serta madrasah di sekitarnya. Bagi jamaah, berkunjung ke Masjid Ibn Abbas memberikan kesempatan untuk mengenang jasa para sahabat dalam menyebarkan Islam. Suasana masjid yang tenang dengan arsitektur kuno membuat ziarah semakin khidmat.
Jamaah bisa membaca doa singkat di area makam (tanpa ritual berlebihan), serta memanfaatkan perpustakaan jika ingin mendalami literatur Islam. Masjid ini juga dikenal sebagai salah satu tempat belajar agama di Thaif sejak dulu. Berziarah ke Masjid Abdullah bin Abbas mengingatkan kita pada kecintaan para sahabat terhadap ilmu dan dakwah, sebuah inspirasi bagi jamaah dalam memperkuat iman.
Masjid Addas merupakan masjid kecil yang sarat kenangan sejarah penting. Lokasinya berada di tengah area perkebunan anggur milik warga, di lembah bernama Wadi Matsna – diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad ﷺ beristirahat setelah diusir dan dilempari batu oleh penduduk Thaif. Di kebun anggur inilah Nabi bertemu Addas si pemuda Nasrani yang kemudian masuk Islam. Untuk menandai peristiwa bersejarah itu, masyarakat setempat membangun Masjid Addas di lokasi bekas kebun tersebut. Kini masjid ini menjadi tujuan ziarah favorit jamaah umroh plus Thaif meski ukurannya kecil dan sederhana. Saat memasuki area Masjid Addas, jamaah akan melalui gang sempit di perkampungan penduduk, dikelilingi kebun anggur, delima, dan tanaman mawar yang masih dipertahankan.
Meski bangunannya mungil, hanya cukup untuk beberapa saf shalat, masjid ini menyimpan aura sejarah yang kuat. Di sinilah Rasulullah ﷺ mendapat sedikit penghiburan lewat kehadiran Addas di tengah luka dan lelahnya. Jamaah sering merenung sejenak di masjid ini, membayangkan betapa berat ujian Nabi dan mengambil hikmah untuk meneladani kesabaran beliau. Penting diingat, tempat ini adalah situs bersejarah yang perlu dijaga – jangan mencoret-coret dinding atau meninggalkan sampah, demi menghormati nilai sejarahnya. Masjid Addas mengingatkan kita bahwa hidayah bisa turun di mana saja, bahkan di kebun sunyi, ketika ada keikhlasan dan pertolongan Allah.
Destinasi ziarah lainnya adalah Masjid Kou (ada yang menyebut Masjid Kauk atau Masjid Kuu). Masjid ini merupakan bangunan sangat sederhana di kaki sebuah bukit di Thaif. Menurut tradisi setempat, di lokasi inilah Rasulullah ﷺ beristirahat dalam perjalanan kedua ke Thaif. Dikisahkan Nabi pernah bersandar pada sebuah batu di situ; mukjizatnya, batu yang direbahi beliau menjadi lunak dan meninggalkan bekas tangan serta siku Rasulullah Untuk mengenang peristiwa itu, dibangunlah penanda berupa masjid kecil dari batu bata di tempat tersebut Kondisi Masjid Kou saat ini kurang terawat dan hanya berupa ruang sangat kecil yang muat beberapa orang untuk shalat.
Meski begitu, jamaah yang berziarah bisa mengambil pelajaran tentang ketangguhan Rasulullah yang tak kenal menyerah dalam berdakwah. Di tengah keletihan, beliau masih berdoa dan berharap kebaikan bagi umat. Jika berkunjung ke Masjid Kou, jamaah sebaiknya didampingi pemandu lokal karena letaknya agak tersembunyi. Ziarah di sini melengkapi napak tilas jejak Rasul di Thaif dan menambah kekaguman kita akan perjuangan beliau.
Selain tiga lokasi utama di atas, Thaif memiliki Benteng Bersejarah yang bisa dikunjungi, misalnya Benteng Al-Khurr. Benteng ini peninggalan era Abbasiyah yang dulunya berfungsi sebagai pertahanan militer di kawasan Thaif. Mampir ke benteng tersebut memberi gambaran sekilas tentang strategi perang di masa lampau dan peran penting Thaif secara geografis. Bagi yang tertarik dengan sejarah modern, Istana Shubra yang kini menjadi museum (seperti disinggung sebelumnya) juga layak dikunjungi sebagai landmark kota Thaif. Semua tempat ini menambah wawasan jamaah akan kekayaan sejarah di kota Thaif, baik dari masa Nabi hingga era setelahnya.
Banyak travel agent Indonesia kini menyediakan paket umroh plus Thaif, mengakomodasi keinginan jamaah yang ingin menziarahi kota sejuk ini. Secara umum, durasi perjalanan umroh plus Thaif sedikit lebih panjang dibanding umroh reguler. Jika umroh reguler biasanya 9–10 hari (Makkah dan Madinah saja), maka umroh plus Thaif bisa 11–12 hari atau lebih, karena menambahkan agenda perjalanan ke Thaif. Biaya paket umroh plus Thaif relatif terjangkau dan tidak berbeda jauh dari paket umroh biasa. Tergantung fasilitas hotel dan maskapai, harganya berkisar mulai Rp 33 jutaan hingga Rp 38 jutaan per orang untuk paket 9–12 hari.
Tentu, kelas hotel dan maskapai memengaruhi harga; tetapi dengan perencanaan yang tepat, jamaah bisa mendapatkan paket umroh plus Thaif dengan harga sepadan dan banyak bonus. Misalnya ada paket yang sudah termasuk city tour Thaif, gratis kuliner Al-Baik (ayam goreng populer di Saudi), atau bahkan mampir ke Jeddah sekalian. Dibanding umroh reguler, sedikit tambahan biaya ini sebanding dengan pengalaman spiritual dan wisata ekstra yang diperoleh jamaah.
Itinerary rekomendasi umroh plus Thaif umumnya dimulai seperti biasa di Makkah dan Madinah, ditambah perjalanan darat pulang pergi ke Thaif. Sebagai contoh itinerary (12 hari):
Tiap travel mungkin menawarkan jadwal berbeda, namun garis besar Makkah – Thaif – Madinah seperti di atas banyak diterapkan. Keunggulan mengambil paket Thaif adalah jamaah bisa mengambil miqat tambahan di Qarnul Manazil untuk umroh sunnah ekstra, mumpung sudah keluar area Tanah Suci Makkah. Ini tentunya menambah pahala dan kebahagiaan jamaah karena dapat melakukan umroh lebih dari sekali dalam satu perjalanan.
Memilih biro perjalanan yang tepat sangat penting demi kelancaran ibadah. Berikut beberapa tips dalam memilih travel umroh plus Thaif yang terpercaya:
Dengan memilih travel yang tepat, perjalanan Umroh Plus Thaif Anda insyaAllah akan lancar, nyaman, dan sesuai harapan. Jangan ragu bertanya detail sebelum memutuskan paket, agar Anda merasa tenang saat beribadah.
Mengunjungi Thaif memerlukan sedikit persiapan ekstra dibanding ziarah standar di Makkah/Madinah. Berikut beberapa tips bagi jamaah umroh yang berencana mengambil paket plus Thaif:
Secara umum, Thaif dapat dikunjungi sepanjang tahun karena cuacanya relatif bersahabat dibanding kota lain di Saudi. Namun, waktu terbaik biasanya saat musim semi dan musim panas (sekitar Maret s.d. Agustus). Pada periode tersebut, suhu di Thaif sejuk-nyaman, berkisar 20-30°C di siang hari – ideal untuk berjalan-jalan di kebun tanpa kepanasan berlebih. Bulan Juli-Agustus adalah puncak musim panas Saudi, di mana Makkah bisa sangat terik (>40°C) tetapi Thaif justru bersuhu ideal sekitar 25°C, sehingga banyak wisatawan lokal “melarikan diri” ke Thaif saat itu.
Selain itu, April-Mei menarik karena bertepatan dengan musim mawar mekar dan ada Festival Mawar Tahunan. Anda bisa menyaksikan keindahan ribuan bunga mawar dan event budaya di sana. Jika umroh di bulan Ramadan atau menjelang haji (Mei-Juni misalnya), Thaif juga bagus dikunjungi di sela ibadah, asalkan tidak bertepatan dengan waktu wukuf haji (Dzulhijjah) karena jalan menuju Thaif bisa dialihkan untuk jamaah haji. Intinya, atur jadwal ziarah Thaif Anda pada hari yang luang di tengah rangkaian umroh, dan hindari tanggal yang terlalu mepet dengan penerbangan pulang agar lebih santai.
Meski perjalanan ke Thaif relatif singkat, jamaah tetap perlu mempersiapkan kondisi fisik dan mental. Persiapan fisik mencakup istirahat cukup sebelum hari perjalanan ke Thaif, karena biasanya jadwalnya padat (pergi pagi pulang malam di hari yang sama). Jalan berkelok ke pegunungan bisa memicu mabuk perjalanan bagi yang sensitif; ada baiknya minum obat anti-mabuk sebelum berangkat atau membawa minyak angin untuk berjaga-jaga. Gunakan alas kaki yang nyaman karena Anda mungkin berjalan di kebun atau tanah tidak rata saat menuju Masjid Addas dan sekitarnya. Bawa juga topi atau payung, serta air minum, sebab meski udaranya sejuk, matahari siang tetap terik.
Persiapan mental tak kalah penting. Niatkan perjalanan ini benar-benar untuk ziarah ibadah, bukan semata jalan-jalan. Dengan niat yang lurus, insyaAllah setiap langkah akan bernilai pahala. Pelajari sekilas sejarah Thaif dan kisah Nabi di sana sebelum berangkat, sehingga saat di lokasi Anda bisa lebih menghayati. Bayangkan beratnya perjuangan dakwah Nabi – ini akan membuat ziarah Anda lebih bermakna dan menambah rasa syukur. Mental yang siap juga berarti siap untuk kondisi yang mungkin berbeda dari ekspektasi: misal tempat ziarah yang sederhana, fasilitas terbatas, dsb. Dengan demikian Anda tidak akan kecewa, justru fokus pada hikmah spiritual yang didapat.
Ketika mengunjungi tempat-tempat bersejarah Islam, jaga etika dan adab sebagai bentuk hormat. Pertama, hindari perbuatan syirik atau berlebihan, misalnya mengusap-usap tembok makam atau mengumpulkan batu/tanah dari lokasi ziarah dengan keyakinan khusus – itu tidak dianjurkan. Cukup berdoa kepada Allah untuk kebaikan para tokoh yang diziarahi dan mengambil pelajaran bagi diri sendiri. Kedua, jaga kebersihan dan kelestarian situs. Sangat disayangkan kadang ditemukan coretan tangan jahil di dinding Masjid Addas atau sampah berserakan.
Sebagai tamu di negeri orang dan sesama Muslim, kita wajib menjaga tempat itu tetap suci dan bersih. Ikuti imbauan petugas setempat; misalnya Kepala Daerah Kerja Makkah pernah mengingatkan jamaah Indonesia agar tidak mencoret situs sejarah. Ketiga, berpakaian sopan dan rapi. Meskipun tidak sedang ihram, pakailah busana muslim yang menutup aurat dan nyaman. Keempat, patuh pada arahan mutawwif/guide. Biasanya rombongan akan dipandu, dengarkan penjelasan mereka tentang sejarah tiap tempat, dan patuhi waktu yang ditentukan agar jadwal tidak molor. Terakhir, jaga sikap khusyuk. Ingatlah bahwa ziarah ini bagian dari ibadah, maka kurangi bercanda atau berbicara terlalu keras yang bisa mengganggu kekhusyukan orang lain. Dengan adab yang baik, insyaAllah ziarah Anda di Thaif akan membawa berkah dan kesan mendalam.
Thaif membuktikan bahwa perjalanan umroh bisa dikemas lebih bermakna dengan sentuhan wisata sejarah dan spiritual. Kota sejuk di Arab Saudi ini menyimpan kenangan perjuangan Nabi Muhammad ﷺ serta jejak para sahabat yang berdakwah tanpa lelah. Menyertakan Thaif dalam rute perjalanan bukan sekadar menambah destinasi wisata, tetapi benar-benar perjalanan ruhani. Jamaah dapat merasakan kesejukan udara pegunungan sambil merenungi kisah ketabahan Rasulullah, menikmati keindahan kebun mawar sambil mengingat keharuman akhlak mulia beliau, serta memetik hikmah dari setiap situs bersejarah yang dikunjungi. Umroh Plus Thaif menawarkan pengalaman ibadah yang lebih kaya: hati terisi oleh pelajaran spiritual, pikiran terbuka oleh wawasan sejarah, dan indra dimanjakan oleh pesona alam.
Bagi Anda yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda dalam berumroh, Thaif adalah pilihan tepat. Tidak perlu ragu untuk mencoba paket umroh plus ini karena fasilitas dan akses ke Thaif kini semakin mudah, didukung oleh pemerintah Saudi yang gencar mengembangkan sektor wisata religi. Pastikan Anda memilih biro travel tepercaya agar ibadah berjalan lancar dan nyaman. InsyaAllah perjalanan umroh plus ke Thaif akan menjadi momen tak terlupakan yang mempertebal keimanan dan memperkaya batin Anda. Selamat menunaikan ibadah dan menikmati keindahan kota Thaif, semoga menjadi ziyarah penuh berkah!